Kamis, 18 November 2010

Relaunching TPI

Selasa, 16 November 2010

Pembicara    :  Wijaya Kusuma dan Syahreza dari MNC TV

Deskripsi  :

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 20 Oktober 2010, TPI melakukan relaunch menjadi MNC TV. Keputusan ini diambil setelah melalui proses panjang mengevaluasi citra TPI selama ini di mata masyarakat Indonesia. Sebelum melakukan perubahan, TPI  melakukan penelitian dengan menyewa jasa Markplus Insight untuk meneliti perilaku konsumen dalam menonton televisi. Ternyata hasilnya adalah TPI diasumsikan sebagai TV untuk kalangan ordinary person yang status ekonomi sosialnya menengah ke bawah dengan usia 40 – 50 tahun yang pekerjaannya sebagai guru dan karyawan kantoran menengah ke bawah.

Akhirnya setelah mendapatkan hasil penelitian tersebut, TPI memutuskan untuk melakukan perubahan secara menyeluruh demi meningkatkan citra dan kualitasnya. Tentunya perubahan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan fokus. Dampak dari perubahan yang akan dilakukan pun harus terlihat pada meningkatnya status ekonomi sosial penontonnya dari yang semula CDE menjadi BCD. Dengan meningkatnya status ekonomi sosial penonton diharapkan akan berpengaruh pada  bertambahnya pengiklan yang ingin memasang iklannya di TPI.

Langkah pertama dari perubahan tersebut adalah mencari nama baru untuk TPI. Setelah memikirkan sekian banyak nama dan ternyata setelah dicek ke Direktorat Jenderal Hak Cipta bahwa nama – nama tersebut sudah ada, akhirnya terpikirlah untuk menggunakan nama MNC yang merupakan grup dari TPI sendiri. Setelah memutuskan menggunakan MNC dengan ditambahkan kata TV menjadi MNC TV, saatnya untuk memikirkan logo dari MNC TV. Dalam membuat logo ini, MNC TV tidak menyewa jasa orang lain melainkan mengadakan sayembara bagi para karyawan MNC TV sendiri. Hal  ini dikarenakan karyawan MNC TV lebih mengenal bagaimana budaya perusahaan, sistem kerja perusahaan, target market dari perusahaan, dll dibandingkan  orang luar. Akhirnya terpilihlah logo MNC TV yang terbaik dari sekitar seratus lebih logo yang terkumpul. Logo MNC TV ini mengggunakan warna biru dan merah karena warna – warna tersebut merupakan warna yang enak dipandang jika menonton TV dan membuat mata penonton tidak capai dengan warna seperti ini. Tiga hal penting yang ingin disampaikan melalui logo baru ini adalah simple, modern, dan kokoh / solid.


MNC TV berharap dengan relaunch ini dapat  meningkatkan audience trendsetter, menarik pengiklan, lebih inovatif dan inspiring, kekinian, update terhadap konten lokal, status ekonomi sosial menjadi BCD, dan tetap fokus pada program religi. Cara MNC TV memperkenalkan relaunch adalah dengan melakukan relaunch pada tanggal 20 Oktober 2010, mengadakan press conference pada tanggal 21 Oktober 2010, press release dengan semua jenis media, jaringan sosial melalui facebook dan twitter, talkshow di radio – radio, dan diskusi ilmiah.

Komentar  :

Topik kali ini sungguh menarik bagi saya pribadi. Karena merupakan pengalaman yang sangat berharga bahwa saya pribadi sebagai calon lulusan Ilmu Komunikasi dapat mengetahui proses dari relaunch sebuah televisi swasta yaitu TPI menjadi MNC TV. Pembicara yang merupakan karyawan dari MNC TV ini banyak berbagi seputar pengalaman mereka yang belum pernah kami rasakan. Hal tersebut memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan bagi saya pribadi yang selama ini mungkin hanya mengetahui teorinya saja tetapi tidak pernah merasakan bagaimana praktek di lapangannya.

 Topik kali ini erat kaitannya dengan Fakultas Ilmu Komunikasi karena di sini ilmu dari jurusan advertising diperlukan ketika menentukan logo baru yang tepat dan sesuai bagi MNC TV dan teknik –teknik Public Relations juga diperlukan dalam mempersiapkan proses relaunch ini agar sukses. Dan tidak hanya sampai di situ saja melainkan setelah proses  relaunch ini, semua karyawan bertugas untuk terus meningkatkan kualitas dan citra dari MNC TV dengan tampilannya yang baru saat ini. MNC TV terus meningkatkan kualitas dari siarannya juga ikut serta dalam kegiatan – kegiatan sosial demi meningkatkan citra dari MNC TV di mata masyarakat.

Intinya adalah topik dan pembicara minggu  ini membuka mata saya lebar – lebar mengenai tugas - tugas dan kegiatan – kegiatan yang ada di perusahaan media massa khususnya televisi. Saya mendapatkan pengetahuan tambahan seputar dunia kerja khususnya di televisi. Ini merupakan bekal pengetahuan bagi saya pribadi sebelum memasuki dunia kerja nantinya.

Rabu, 10 November 2010

Principle of Success

Selasa, 9 November 2010

Pembicara    :  Mrs. Amala & partners from Universal Peace Federation

Deskripsi  :

Universal Peace Federation didirikan oleh Dr. & Mrs. Sun Hyung Moon. Saat ini Universal Peace Federation telah tersebar di kurang lebih 180 negara di dunia. Motto dati Dr.Sun Hyung Moon adalah “ Live for the sake of others ”.

Di dalam diri setiap orang, pasti memiliki impian / cita – cita. Untuk mewujudkan impian tersebut, kita harus memiliki visi dan misi untuk meraihnya dan kemudian berjuang untuk mencapai impian tersebut. Tetapi apakah setelah kita meraih impian tersebut kita dapat dikatakan sukses? Apakah arti kesuksesan yang sebenarnya? Apakah dengan menjadi  sukses kita mendapatkan kebahagiaan sejati? Kesuksesan yang sebenarnya bukan hanya dilihat dari luar saja. Orang yang sukses belum tentu bahagia. Untuk mendapatkan kebahagiaan sejati, kita harus tahu siapa diri kita sebenarnya dan mencintai diri kita sendiri. Dan semuanya itu dapat diperoleh dari hubungan yang sejati yang tak akan pernah berubah. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan keluarga. Hubungan pertemanan, persahabatan, percintaan mungkin bisa terputus bila adanya masalah. Tapi hubungan keluarga akan tetap abadi selamanya.

Setelah memahami bahwa hubungan keluarga adalah hubungan sejati, saatnya untuk memahami hal lainnya. Bahwa orang – orang yang ada di komunitas kita, masyarakat, dan bahkan di dunia, semuanya adalah keluarga kita. Hal ini harus benar -  benar dipahami. Dengan menganggap semua orang adalah keluarga, maka kita harus membuat bahagia semua orang. Tak ada seorang pun yang dapat hidup sendiri di dunia ini. Karena itulah kita harus membuat orang lain bahagia. Karena dengan membuat orang lain bahagia, kita juga akan mendapatkan kebahagiaan.

Di dalam diri kita terdiri atas pikiran dan tubuh. Pikiran mengontrol kita sedangkan tubuh selalu memikirkan tentang diri sendiri. Saat ini yang terjadi semua orang memikirkan  kepentingan diri sendiri dengan menyingkirkan kepentingan orang lain. Contohnya, korupsi terjadi karena orang tersebut hanya memikirkan kepentingannya sendiri tanpa memperdulikan kepentingan orang lain. Semua konflik terjadi karena setiap orang hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Seharusnya kita memikirkan kepentingan orang lain. Dengan melakukan sesuatu bagi orang lain kita akan mendapatkan kebahagiaan. Seperti yang dilakukan Ryan, anak berusia 7 tahun yang tinggal di Kanada berjuang mengumpulkan uang dengan jerih payahnya sendiri demi membantu teman – temannnya di Afrika yang sulit mendapatkan air bersih. Ia begitu terbeban untuk membantu saudarnya di Afrika untuk membangun sumur sebagai sumber air bersih. Hingga akhirnya mimpinya tersebut  dapat terwujud dan membuat Ryan memiliki kebahagiaan tersendiri di hatinya karena dapat membantu orang lain.

Komentar  ;

Topik kali ini memiliki kesan tersendiri bagi saya pribadi. Pembicara dan topik yang disajikan benar – benar menarik dan membuka wawasan saya lebih jauh mengenai apa itu kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Benar bahwa dengan membuat orang lain bahagia, kita akan mendapatkan kebahagiaan juga. Ini merupakan pelajaran bagi saya pribadi yang akan menjadi bekal bagi saya dalam menjalani hidup lebih baik ke depannya.
Kenyataan yang ada sekarang ini, orang selalu memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak peduli hal tersebut akan merugikan orang lain. Jarang sekali ada orang yang benar – benar peduli dengan kepentingan orang lain. Saya disadarkan bahwa jangan hanya peduli dengan kepentingan diri sendiri. Berusahalah untuk memperhatikan kepentingan orang lain juga. Dan kita akan mendapatkan kebahagiaan sejati bila kita dapat melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain dan membuatnya bahagia. Saya rasa hal ini sudah lama dilupakan oleh kita semua saat ini.

Jumat, 05 November 2010

Periklanan dan Perilaku Konsumen (Interactive Communications)

Selasa, 2 November 2010

Pembicara : Chairy, yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara yang menekuni bidang perilaku konsumen dan Wakil Rektor UNTAR bidang akademik.

Deskripsi :

Berbicara mengenai perilaku konsumen, maka tidak terlepas dari komunikasi pemasaran. Perilaku konsumen dalam membeli sebuah produk dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Berikut  adalah beberapa prinsip dasar psikologi dalam mempengaruhi orang untuk mengubah pemikiran mereka dan diikuti dengan permintaan :

1. Reciprocity (timbal balik)
    Orang biasanya rela untuk memberi jika ia menerima sesuatu terlebih dahulu Contoh : ketika kita   ditawarkan untuk mencoba suatu produk makanan di supermarket, biasanya setelah kita mencoba maka kita akan membeli produk tersebut.

2. Scarcity (kelangkaan)
    Biasanya suatu produk yang langka dan jarang itu lebih menarik minat konsumen. Contoh : sebuah jam tangan yang hanya diproduksi 1000 buah di seluruh dunia, akan lebih menarik perhatian kita untuk membelinya karena jam tersebut langka.

3. Authority (otoritas)
    Siapa sumber yang menjadi penyampai pesan biasanya berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan konsumen. Contoh : kita akan lebih percaya dengan berita yang ada di salah satu Harian Surat Kabar ternama yang kredibel dibanding harian yang lainnya.

4. Consistency
    Adanya kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.

5. Liking (kesukaan)
    Orang cenderung untuk setuju dengan apa yang ia suka / kagumi. Contoh : Pencari dana yang memiliki wajah dan penampilan menarik akan mendapat perhatian lebih banyak dibanding yang berpenampilan biasa saja.

6. Consensus
    Sesorang biasanya ikut melakukan sesuatu setelah mengetahui hal tersebut telah dilakukan oleh orang lain terlebih dahulu.

7. Decisions (pilihan taktik dalam berkomunikasi)
    Sumber pesan, contoh : artis, wanita karir, dll.
    Pesan, contoh : akibat negatif, perbandingan, dll
    Media, contoh : TV, website, print ad, dll
    Target market, contoh : status tertentu, dll

Setelah mengetahui hal - hal apa saja yang dapat mengubah sikap sesorang melalui komunikasi, saatnya untuk mengetahui tentang komunikasi itu sendiri. Ada 5 elemen dalam komunikasi, yaitu : sumber pesan / pengirim, medium, pesan, penerima pesan, umpan balik. Model komunikasi tradisional tidak dapat menggambarkan sesuatu secara menyeluruh karena saat ini konsumen sudah memiliki banyak pilihan dan kontrol yang kuat untuk mengolah pesan yang diperoleh. Mari kita bahas lebih dalam mengenai sumbet pesan dan pesan dalam iklan.

Biasanya sumber pesan menggunakan ahli - ahli, artis, atau typical consumer. Utilitarian products / high performance risk products sperti vacuum menggunakan jasa para ahli untuk lebih meyakinkan. Sedangkan untuk produk yang memiliki resiko sosial tinggi seperti perhiasan dan mebel / perabotan menggunakan artis sebagai penyampai pesan. Dan untuk produk sehari - hari yang resikonya rendah seperti biskuit, bisa menggunakan orang biasa sebagai penyampai pesan.

Sumber pesan   harus kredibel dan atraktif. Kredibilitas endorser sangat penting ketika pemahaman pesan rendah. Harus adanya kesesuiaian antara produk dengan endorser. dan juga endorser harus sesuai dengan target market dari produk. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih sumber pesan adalah reputasinya. Apabila suatu saat reputasi sumber pesan menjadi negatif, tentunya akan berpengaruh terhadap produk. Konsumen pasti tidak akan memilih produk tersebut karena teringat dengan sumber pesan yang memiliki reputasi negatif.

Selanjutnya akan dibahas mengenai pesan yaitu iklan itu sendiri. Mengulang iklan lebih dari satu kali dapat menyebabkan 2 hal, yaitu masyarakat menjadi lebih tahu dengan produk tersebut atau membuat iklan tersebut menjadi biasa. Isi pesan dari iklan juga terbagi menjadi dua yaitu hanya menampilkan satu sisi saja atau dua sisi. Maksud dari satu sisi adalah iklan hanya menyampaikan informasi yang positif, biasanya digunakan untuk target market yang friendly. Sedangkan iklan yang berisi dua sisi menyampaikan sisi positif dan negatif dari produk tersebut ( cont : rokok), biasanya digunakan pada target market yang unfriendly / kritis. Membuat kesimpulan di akhir pesan diperlukan jika konsumen sulit untuk termotivasi oleh iklan. Membuat iklan yang membandingkan produk dengan produk lain juga bisa dilakukan tentunya tidak secara terang - terangan karena ada aturan yang berlaku. Iklan juga dapat berisi pesan yang positif bila konsumen menggunakan produk dan pesan negatif jika konsumen tidak menggunakan produk tersebut. Selain itu, iklan juga dapat menggunakan daya tarik seksual, humor, dan rasa takut dalam penyampaiannya. Tentunya disesuaikan dengan kondisi dan jenis produk.


Komentar :

Pembahasan mengenai topik kali ini sangat menarik. Selain karena pembicara membawakannya dengan sangat menarik, informasi yang disampaikan pun memberi banyak pengetahuan tambahan bagi saya pribadi. Meskipun topik kali ini membahas mengenai iklan, tetapi menurut saya pengetahuan tentang iklan juga perlu diketahui. Karena sebagai calon lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, penting halnya untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang berbagai hal.

Dari pembahasan lebih dalam mengenai iklan ini, saya menjadi sadar bahwa saya pribadi telah terpengaruh dengan pesan yang terkandung dalam iklan yang saya lihat dan saat ini saya telah belajar mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi orang setelah melihat sebuah iklan. Ternyata di dalam pembuatan iklan itu sendiri memiliki banayk strategi baik dalam hal penggunaan sumber pesan dan isi pesan dalam iklan itu sendiri. Semua strategi yang digunakan dalam iklan itu sendiri semata - mata hanya untuk mempengaruhi kita sebagai konsumen hingga akhirnya mengubah sikap kita terhadap produk yang diiklankan tersebut. Setelah mengetahui semuanya itu, rasanya pengetahuan ini sangat bermanfat bagi kita semua, khusunya yang nantinya akan bergelut di  bidang yang berhubungan dengan iklan.





Kamis, 28 Oktober 2010

Iklan dan Kekerasan Simbolik

Senin, 25 Oktober 2010

Pembicara  :  Endah Murwani sebagai Doktor di bidang Periklanan dan Dosen Fikom Universitas Multimedia Nusantara

Deskripsi  :

Iklan adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari - hari. Di jalan, di sekolah, di kantor, di toilet dan di mana pun kita dapat melihat iklan. Akan tetapi sekarang telah terjadi pergeseran dari fungsi iklan tersebut. Saat ini iklan tidak hanya digunakan untuk menawarkan suatu produk, melainkan berusaha untuk membentuk sistem nilai, gaya hidup maupun selera budaya tertentu. Iklan tidak hanya memvisualisasikan kualitas dan atribut dari suatu produk tetapi juga membuat  bagaimana sifat / ciri produk tersebut memiliki arti sesuatu bagi kita. Dengan kata lain, iklan mencoba mendefinisikan image tertentu ketika orang menggunakan produk tersebut.

Pollan membagi fungsi komunikasi iklan menjadi dua, yaitu fungsi informasional dan fungsi transformational. Dalam fungsi informasional, iklan menginformasikan mengenai karakteristik produk. Sedangkan dalam fungsi transformational, iklan berusaha untuk mengubah sikap -sikap yang dimiliki konsumen terhadap merk, gaya hidup, dan lain - lain.

Beberapa ilmuwan sosial menyumbangkan pemikiran mereka tentang iklan. Menurut Baudrillard iklan adalah bentuk dari sistem tanda yang mengatur makna dari objek / komoditas dan iklan juga dipandang sebagai perangkat ideologis dari kapitalisme konsumen. Menurutnya iklan sebagai wacana yang dikodekan dan melekat pada produk, tidak memiliki hubungan dengan realitas (hyperreal).

Dan lewat kode dalam pesan manusia sadar akan dirinya dan kebutuhan - kebutuhannya. Kode tersebut hirarkis untuk menandakan perbedaan - perbedaan dari status kelas. Sedangkan menurut Barthes iklan juga dilihat sebagai tanda, yang mengatur makna yang ingin disampaikan oleh pembuat iklan. Makan ideologis yang dimiliki iklan dibuat senetral mungkin, proses signifikansi (pembuatan tanda) disebut Barthes sebgai myth / mitos. Menurutnya tanda masih bisa merepresentasikan realitas (signifikansi tingkat pertama / denotasi) sedangkan pada signifikansi tingkat 2 (konotasi) tanda bisa merepresentasikan sesuatu yang hanya bisa dipahami lewat situasi kultural / sosial yang sama. Sementara sebagai sebuah myth, tanda dalam iklan dianggap merepresentasikan pesan ideologis si pembuat iklan (kelas borjuis). Menurutnya iklan memiliki berbagai warna sesuai dengan tingkat signifikansi yang dilakukan oleh khalayak.

Menurut Bourdieu, seluruh tindakan pedagogis baik di rumah, sekolah, media dan lain - lain memiliki muatan kekerasan simbolik selama pelaku punya kuasa dalam menentukan sistem nilai atas pelaku lainnya. Diasumsikan bahwa media dan iklan merupakan saran untuk melakukan tindakan pedagogis dari kelas / kelompok sosial tertentu. Iklan menjadi mesin kekerasan simbolik yang bisa menciptakan sistem kategorisasi, klasifikasi, dan definisi sosial tertentu sesuai dengan kepentingan kelas / kelompok dominan. Image - image simbolik yang diproduksi iklan seperti kebahagiaan, kecantikan, gaya hidup modern merupakan sistem nilai yang dimiliki kelas / kelompok dominan yang ditanamkan pada suatu kelompok masyarakat. Dengan kata lain selera kita, pengetahuan kita terpengaruh oleh media dan iklan.


Komentar  :

Pembahasan mengenai kekerasan simbolik di dalam iklan ini sangat menarik. Karena membuka wawasan saya pribadi lebih dalam mengenai makna dari sebuah iklan. Bahwa ternyata saat ini iklan tidak hanya berfungsi untuk menjual sebuah produk tetapi juga berupaya untuk menciptakan image tertentu tentang sesuatu. Hingga akhirnya kita sebagai konsumen menjadi terpengaruh oleh image dari produk tersebut. Sebagai contohnya adalah iklan salah satu produk pelembab wajah bagi wanita yang membentuk image bahwa perempuan cantik adalah yang memiliki kulit putih, tapi bukan sekedar putih melainkan putih merona, putih bersinar atau bahkan putih secantik mutiara. Dari contoh tersebut dapat terlihat bahwa saat ini, iklan sudah menjadi mesin kekerasan simbolik yang digunakan oleh kelas / kelompok tertentu untuk mempengaruhi kelompok masyarakat tertentu.

Akan tetapi meskipun begitu, kekerasan simbolik yang terkandung di dalam sebuah iklan dianggap wajar oleh kebanyakan orang karena sadar atau tidak masyarakat sudah terpengaruh dengan image yang ditampilkan dalam iklan. Kebiasaan, pola pikir kita, dan gaya hidup kita saat ini sudah terpengaruh oleh media dan iklan. Sadar atau tidak kita sudah berubah menjadi seperti apa yang diinginkan oleh iklan tersebut.





Kamis, 07 Oktober 2010

Simbol dan Arsitektur bagian II

Selasa, 5 Oktober 2010

Pembicara : Bpk. Eduard Tjahjadi

Karya - karya arsitektur sering digunakan sebagai simbol kekuasaan ( politik, ekonomi ), simbol demokrasi, simbol kemajuan teknologi, dan simbol sustainability approach. Di bawah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai karya arsitektur sebagai simbol.

Karya - karya arsitektur digunakan sebagai simbol kekuasaan politik dan ekonomi karena ingin menunjukkan kekuatan ekonomi yang ada di negara / kota / daerah tersebut. Hal tersebut ditunjukkan dengan membangun gedung - gedung tinggi dengan arsitektur yang unik. Beberapa contohnya adalah gedung - gedung tinggi yang ada di Shanghai, Frankfurt, dan Dubai yang berusaha menjadi pusat dari tujuan wisata dunia. Salah satu cara menarik perhatian wisatawan untuk datang adalah dengan membuat bangunan - bangunan yang memiliki arsitektur unik dan menonjol, seperti Sowwah Square, Dubai Opera House, Diamond Ring Hotel, dan Capital Gate. Semuanya itu dibangun hanya untuk menunjukkan bahwa Dubai merupakan pusat ekonomi yang kuat.

Sowwah Square, Dubai





Dubai Opera House, Dubai



Selanjutnya karya - karya arsitektur digunakan sebagai simbol demokrasi untuk menunjukkan adanya keterbukaan di negara - negara tersebut. Sebagai contohnya adalah National Mall di Washington DC. National Mall merupakan area terbuka untuk umum / taman yang berada di tengah antara Gedung Perlemen dan Patung Abraham Lincoln. Di antara National Mall  dan Patung Abraham Lincoln teradapat juga Washington Monument hal tersebut ingin menunjukkan bahwa adanya keterbukaan.

National Mall, Washington DC


Berikutnya karya arsitektur sebagai simbol kemajuan teknologi di mana karya - karya arsitektur juga mengikuti kemajuan teknologi yang ada. Contohnya adalah Menara Eiffel di Paris yang dibangun pada tahun 1887 - 1989 yang awalnya berfungsi sebagai pintu gerbang dalam Exposition Universelle ( pameran dunia yang merayakan seabad revolusi Perancis ) Tahun 1909, Menara Eiffel direncanakan untuk dibongkar, akan tetapi niat tersebut diurungkan. Karena Menara Eiffel yang dibangun dengan menggunakan besi ringan ini banyak menarik perhatian orang untuk berkunjung ke sana dan merupakan simbol kemajuan teknologi dari segi pemilihan bahan dasar bangunan.

Eiffel Tower, Paris

Yang terakhir karya arsitektur sebagai simbol sustainability approach. Di mana karya arsitektur dibuat dengan menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan, dari alam dan dapat diperbaharui kembali. Hal ini merupakan fenomena yang marak terjadi belakangan ini, bahkan hal ini diangkat dalam Expo 2010 di China.

Komentar :

Pembahasan mengenai arsitektur sebagai simbol kekuasaan ( politik & ekonomi ), simbol demokrasi, simbol kemajuan teknologi, dan simbol sustainability approach ini memberikan banyak pengetahuan kepada saya pribadi. Pembicara membuka mata saya untuk melihat lebih dalam mengenai arsitektur yang dibangun dengan tujuan tertentu.

Bahwa ternyata setiap karya arsitektur yang dibangun mempunyai makna - makna filosofis, tentunya pengetahuan seperti ini amat berguna bagi kita semua agar menambah wawasan dan pengalaman sehingga kita semua lebih peka terhadap dunia arsitektur.

Minggu, 03 Oktober 2010

Simbol dan Arsitektur

Selasa, 28 September 2010

Pembicara : Bpk. Eduard Tjahjadi

Deskripsi :

Secara etimologis, kata symbol berasal dari bahasa latin ( symbolum, symbolon ) yang berarti objek, gambar, tulisan, suara, atau tanda tertentu yang mewakili sesuatu yang lain oleh asosiasi, kemiripan, atau konvensi. Simbol merupakan alat untuk mengekspresikan sesuatu yang mencerminkan intelektualitas, emosi, dan spirit.

Sedangkan arsitektur adalah seni dan ilmu merancang bangunan atau struktur fisik lain. Arsitektur terbagi menjadi dua yaitu level mikro dan makro. Level mikro mencakup bangunan , kompleks sedangkan level makro mencakup kotak.

Karya - karya arsitektur sering dianggap sebagai karya seni, simbol politik, dan budaya. Contohnya saja Candi Borobudur, Candi Prambanan, Piramid, Colloseum, dan masih banyak lagi. Karya - karya arsitektur bukan hanya sebatas fungsi saja tetapi juga berperan sebagai tanda komunikasi.

Arsitektur di suatu tempat berbeda dengan yang ada di tempat lain. Karena arsitektur adalah gabungan dari kebutuhan akan sesuatu ( baik kebutuhan akan bangunan, tempat tinggal, dll ) dan cara ( bahan bangunan, teknologi, dan keterampilan yang tersedia ).

Forbiden City Hierarki



Forbiden City Palace

Contoh dari karya - karya arsitektur adalah The Forbiden City ( kota terlarang )  yang pada awalnya dibangun dengan filosofi - filosofi tertentu. Di mana menunjukkan hierarki / tingkatan dari yang paling rendah menuju yang paling tinggi yaitu kemuliaan Tuhan. Hal tersebut terlihat dari susunan bangunan yang ada di kota terlarang di mulai dari pintu masuk. Contoh lainnya adalah Keraton Yogyakarta yang berada sejajar / segaris lurus dengan diapit oleh Gunung Merapi dan Samudera Indonesia ( laut selatan ). Tentunya pembangunan Keraton Yogyakarta tersebut memiliki maksud tertentu di mana Keraton tersebut diapit oleh dua kerajaan "Alam" yang dianggap berkuasa.

Interior Keraton Yogyakarta

Eksterior Keraton Yogyakarta

Komentar :

Pembahasan topik kali ini sungguh menarik dan memberikan pengetahuan tambahan kepada saya pribadi khususnya mengenai arsitektur. Karena saya sebagai calon lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi tentunya harus memiliki pengetahuan luas tak terkecuali dengan hal - hal yang berhubung dengan arsitektur.

Pembicara, yang memang kompeten di bidang arsitektur ini membagikan pengetahuan yang sangat baik bahwa ternyata karya - karya arsitektur pada zaman dahulu itu tidak sembarangan dibangun. Tetapi memiliki maksud / tujuan filosofis dibalik itu semua meskipun pada akhirnya sekarang karya - karya arsitektur tersebut menjadi simbol karya seni seperti Piramid, The Forbidden City, Colloseum, Monas, Candi Borobudur, dan masih banyak lagi.

Dari pembahasan topik kali ini, pembicara mengajak kita semua untuk berpikir kritis mengenai karya - karya arsitektur. Seperti kenapa Keraton Yogyakarta berada di antara Gunung Merapi & Laut Selatan, apa makna dibalik penyusunan bangunan - bangunan yang asa di The Forbidden City ( kota terlarang ) dan masih banyak lagi.

Pembicara juga menyajikan topik ini dengan sangat menarik dan mudah dimengerti sehingga membuat kita tidak cepat jenuh dan selalu ingin tahu lebih banyak.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Filsafat Bahasa

Senin, 27 September 2010

Pembicara : Prof. Dr. Ir. Dali Santun Naga, MMSI

Deskripsi :
Bahasa Indonesia yang sekarang kita gunakan sehari - hari ini lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Saat itu Bahasa Indonesia diangkat / diambil dari Bahasa Melayu Riau. Akhirnya 10 tahun kemudian (tahun 1938) diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo untuk memperbaiki kekurangan - kekurangan yang ada pada Bahasa Indonesia. Akan tetapi Kongres Bahasa Indonesia ini tidak dibiayai oleh pemerintah (menggunakan biaya swasembada). Barulah pada tahun 1954 diselenggarakan kembali Kongres Bahasa Indonesia II di Medan yang dibiayai oleh pemerintah. Kongres Bahasa inilah yang telah melahirkan lembaga yang sekarang dikenal sebagai Pusat Bahasa. Pusat Bahasa bertugas untuk membina Bahasa Indonesia dengan bantuan Kongres Bahasa Indonesia yang diselenggarakan 5 tahun sekali.

Berikut ini adalah perkembangan Bahasa Melayu sebelum resmi menjadi Bahasa Indonesia, di antaranya adalah :
1. Bahasa Melayu Purba, terjadi sebelum zaman Sriwijaya.
2. Bahasa Melayu Kuno, pada zaman Sriwijaya abad ke 4 - 14 mulai ada catatan dalam bentuk prasasti.
3. Bahasa Melayu Klasik, pada abad ke - 14 - 18.
4. Bahasa Melayu Peralihan, pada abad ke - 19 yang mulai menulis dalam abjad Latin.
5. Bahasa Melayu Baru pada abad ke - 20.
6. Bahasa Melayu Modern yang terdiri dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.

Bahasa Melayu terdiri dari beragam - ragam, antara lain Melayu Riau Johor, Melayu Betawi, Melayu Cina, Melayu Manado, Melayu Maluku, dan Melayu Balai Pustaka, Pujangga Baru, dan sebagainya. Pada tahun 1908, Belanda membuat perpustakaan yang akhirnya menjadi Balai Pustaka yang buku - bukunya ditulis dengan bahasa Melayu Riau. Bahasa Melayu Kuno digunakan dalam penulisan - penulisan di prasasti - prasasti pada zaman dahulu. Diantaranya adalah Prasasti Kedukan Bukti (Palembang, 16 Juni 682) ; Prasasti Talang Tou (Palembang, 23 Maret 684); Prasasti Kota Kapur (Bangka, 28 Februari 686) dan masih banyak lagi. Bahasa Melayu Kuno ditulis dalam aksara Pallawa dan Dewanagari.

Setelah mengetahui mengenai perkembanagan bahasa, saatnya untuk mengetahui bagaimana perkembangan dari ejaan. Berikut adalah perkembangan ejaan :
1. Tulisan Arab (Jawi) yang sampai sekarang masih digunakan di Brunei dan Malaysia.
2. Tahun 1901, ejaan Van Ophujsen yang memiliki beberap aturan yaitu j untuk y, dj untuk j. tj untuk c, dll. Bahasa Melayu terbagi menjadi 2 yaitu Bahasa Melayu tinggi yang ada di Balai Pustaka dan Bahasa Melayu rendah yang ada di Sin Po.
3. Tahun 1947, ejaan Soewandi (ejaan Republik).
4. Tahun 1972, ejaan yang disempurnakan di mana ejaan ini menyeragamkan ejaan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan membentuk Majelis Bahasa Brunei, Indonesia, Malaysia (Mabbim).

Dalam menggunakan Bahasa Indonesia kita harus cermat terutama dalam hal bahasa tulisan. Baik dalam hal ejaan yang digunakan, kata - kata, frasa. klausa, kalimat, paragraf, maupun wacana. Karena sering kali terjadi kesalahan / kekeliruan dalam hal pemilihan kata yang digunakan, penyusunan kalimat, peletakan tanda baca. dan masih banyak lagi. Karena itu hendaknya sebelum menulis harus dilengkapi dengan kamus, tata bahasa baku, dan pedoman ejaan dan pembentukan istilah agar tidak keliru dalam menulis.

Komentar :
Topik yang dibahas kali ini sungguh menarik dan memberi banyak tambahan pengetahuan kepada saya pribadi mengenai Bahasa Indonesia. Selain itu juga pembicara yang memang ahli di bidang bahasa ini, membawakan topik ini dengan menarik dan tak lupa selalu memebrikan pengetahuna tentang bahasa yang selama ini belum saya ketahui.

Ternyata sangat menarik bila kita berbicara mengenai sejarah bahasa mulai dari Bahasa Melayu Purba hingga Bahasa Melayu Modern. Pembicara memberikan pengetahuan tambahan kepada saya pribadi dengan menunjukkan perkembangan Bahasa Melayu yang tertulis dalam prasasti - prasasti yang ditemukan. Kemudian saya juga mendapatkan pengetahuan mengenai perkembangan ejaan yang terlihat dari hikayat - hikayat yang ada hingga menjadi ejaan yang disempurnakan.

Dan hal terakhir yang saya dapatkan dari pembahasan ini adalah saya menjadi sadar bahwa ternyata selama ini saya telah melakukan kekeliruan dalam berbahasa tulisan. Banayk hal yang dikira benar ternyata keliru. Contohnya saja mengenai penggunaan huruf kapital. peletakan tanda baca, penulisan kata yang disambung / dipisah, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang dapat disimpulkan dari pembahasan ini bahwa ternyata saya sebagai orang Indonesia, ternyata belum sepenuhnya benar salam menggunakan Bahasa Indonesia khususnya dalam hal bahasa tulisan. Jadi pembahasan mengenai topik ini benar - benar bermanfaat bagi saya. Apalagi saya sebagai calon lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi tentunya harus benar - benar memahami bagaimana tata Bahasa Indonesia yang baku dan benar. Karena komunikasi itu sendiri membutuhkan bahasa yang baik dan benar agar dapat berkomunikasi dengan baik.